Home > Computer > Identifikasi Memory Sekunder (Hardisk)

Identifikasi Memory Sekunder (Hardisk)

Harddisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan. Head inilah yang selanjut bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency

Komponen Hardisk

a. Platter

Merupakan sebuah plat atau piringan yang berfungsi sebagai penyimpanan data. Bentuknya bulat, merupakan cakram padat, memiliki pola-pola magnetis pada sisi-sisi permukaannya. Piringan ini terbuat dari metal yang mengandung jutaan magnet-magnet kecil (magnet domain). Domain ini diatur dalam satu atau dua arah untuk mewakili binary “1” dan “0”. Inilah yang menentukan banyaknya kapasitas harddisk.

b. Poros Spindle

Merupakan suatu poros tempat meletakkan platter. Poros ini memiliki sebuah penggerak yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk dan disebut dengan spindle motor. Inilah yang ikut menentukan kualitas harddisk, karena makin cepat putarannya berarti makin bagus kualitas harddisknya. Satuan pengukuran perputaran harddisk adalah rpm (rotation per minutes). Ukuran yang sering kita dengar adalah 5400, 7200, atau 10000 rpm.

c. Head

Merupakan piranti yang berfungsi membaca data pada permukaan pelat dan merekam informasi ke dalamnya. Setiap pelat hardisk memiliki dua buah head (dibagian atas dan bawahnya). Karena harddisk merupakan bagian terpenting, maka harddisk dilindungi oleh teknologi Shock Protection System.

d. Slider dan Actuator

Slider merupakan tempat menempelnya head. Dan untuk pergerakannya, slider sendiri melekat pada sebuah tangkai yang disebut actuator arms. Untuk poros actuator dan sebagai pijakan gerak tungkai actuator terdapat actuator axes. Actuator axes ini dipasang mati pada poros actuator dan dikendalikan oleh suatu papan yang disebut logic board.

e. Logic Board

Merupakan papan pengendali yang mengkomunikasikan setiap pertukaran informasi yang dibutuhkan antara komponen-komponen harddisk dengan komponen-komponen komputer yang lain. Kemudian sebuah kabel pita tipis menghubungkan board ini dengan actuator agar gerakan-gerakan actuator terkontrol.

Jenis Hardisk

a. IDE (Integrated Drive Electronics)

Pada teknologi ini, logika controller diintegresikan dengan harddisk. Jadi memungkinkan adanya metode perekaman khusus dengan laju perpindahan tinggi. IDE terbagi menjadi ATA, ATA-2, DMA, UDMA 33, dan terakhir UDMA 66. Perputaran pelat maksimal yang selama ini berhasil dikembangkan yaitu 7200 rpm. Kelemahan lain adalah bahwa port IDE hanya mampu membaca 2 buah input device yang dapat digunakan untuk harddisk IDE.

b. SCSI (Small Computer System Interface)

Istilah SCSI (dibaca “skasi”) pada awal diciptakan, teknologi ini mampu mengirimkan data pada kecepatan pemindahan data yang lebih tinggi (20 MB/s) lalu ditingkatkan menjadi 100 MB/s. SCSI mampu membaca 7 buah input device dalam sebuah port yang ada. Model SCSI antara lain SCSI, Ultra SCSI, Wide SCSI, Ultra Wide SCSI maupun tipe SCSI lainnya. SCSI juga dikenal debagai interface yang “pintar” dan mampu menghubungkan delapan peralatan komputer yang berbeda seperti harddisk, printer atau CD Drive. Kecepatan putar pelat pada SCSI juga cukup tinggi yaitu mencapai 10.000 rpm, sayang SCSI membutuhkan jumlah PIN pada port yang berbeda-beda pula sehingga walaupun tiap device mempunyai tipe keturunan SCSI, device-device yang berbeda tidak dapat diinputkan pada tipe SCSI lainnya

c. SATA (Serial ATA)

Pada teknologi ini dipastikan akan menjadi platform standard teknologi harddisk di masa depan. Ini dikarenakan kecepatan transfer ratenya yang mencapai 600 MB/s, yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan bottle neck yang selama ini membatasi kerja system. Kelebihan lain harddisk ini adalah hanya memerlukan daya sekitar 0.25 volt, kabelnya yang kecil yaitu hanya memiliki lebar 1 centimeter, mudah untuk dikonfigurasi karena tidak menggunakan jumper untuk setting master atau slave pada saat pemasangan harddisk dan yang terakhir harddisk SATA dapat disambung atau diputus saat komputer hidup atau system sedang bekerja.

Categories: Computer Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: